Mendapatkan banyak viewers YouTube bukan hanya soal mengunggah video sebanyak mungkin. Banyak channel baru sudah rutin upload, tetapi jumlah penontonnya tetap rendah karena video yang dibuat belum memiliki strategi yang tepat.

Pemula perlu memahami bagaimana memilih topik, membuat judul, menyusun thumbnail, mempertahankan perhatian penonton, hingga mempromosikan video setelah dipublikasikan.

Jumlah viewers juga tidak selalu langsung meningkat setelah sebuah video diunggah. Ada video yang membutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan beberapa minggu sebelum mendapatkan penonton dalam jumlah besar. Karena itu, jangan hanya mengejar viral dalam waktu singkat.

Fokuslah membuat sistem yang memungkinkan setiap video memiliki peluang untuk ditemukan, diklik, ditonton, dan direkomendasikan kepada audiens yang tepat.

Cara Mendapatkan Banyak Viewers YouTube


Berikut 13 cara mendapatkan banyak viewers YouTube untuk pemula yang dapat diterapkan secara bertahap.

1. Tentukan Topik yang Banyak Dicari Penonton

Cara pertama adalah memilih topik yang memang memiliki permintaan. Jangan langsung membuat video berdasarkan apa yang ingin Anda bahas tanpa mengetahui apakah ada orang yang membutuhkan informasi tersebut.

Misalnya Anda ingin membuat channel tentang teknologi. Daripada membuat video dengan judul umum seperti "Tentang Teknologi", buat topik yang lebih spesifik seperti "Cara Mengatasi HP Android Lemot", "Cara Menghemat Baterai HP", atau "Cara Memindahkan WhatsApp ke HP Baru".

Topik spesifik memiliki tujuan pencarian yang lebih jelas. Orang yang sedang mengalami masalah tertentu akan lebih mudah tertarik membuka video yang menawarkan solusi langsung.

Sebelum membuat video, tuliskan minimal 10 sampai 20 ide topik. Kemudian pilih topik yang paling relevan dengan niche channel dan memiliki peluang untuk dicari atau direkomendasikan.

Jangan hanya memikirkan apakah topiknya menarik bagi Anda. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah target penonton membutuhkan video ini?

2. Lakukan Riset Keyword Sebelum Membuat Video

Setelah menentukan niche, lakukan riset keyword untuk menemukan kata atau kalimat yang digunakan calon penonton ketika mencari video.

Anda bisa memulai dengan mengetik kata utama di kolom pencarian YouTube. Perhatikan saran pencarian yang muncul. Saran tersebut dapat memberikan gambaran mengenai apa yang sering dicari pengguna.

Selain itu, gunakan tools keyword untuk mencari variasi kata kunci, tingkat persaingan, dan ide topik lainnya. Panduan tambahan mengenai proses tersebut dapat Anda baca melalui artikel Cara Riset Keyword yang Benar dan Mudah.

Contohnya, keyword utama "thumbnail YouTube" dapat dikembangkan menjadi beberapa ide:

  • cara membuat thumbnail YouTube
  • ukuran thumbnail YouTube
  • thumbnail YouTube menarik
  • cara membuat thumbnail YouTube lewat HP
  • tips thumbnail agar banyak klik

Dari satu keyword saja, Anda dapat memperoleh beberapa ide video.

Namun, jangan memasukkan keyword secara berlebihan. Gunakan keyword untuk memahami kebutuhan penonton, kemudian buat video yang benar-benar memberikan jawaban.

3. Buat Judul yang Membuat Orang Ingin Klik

Judul adalah salah satu bagian penting yang menentukan apakah seseorang tertarik membuka video atau melewatinya.

Judul yang baik harus menjelaskan manfaat video sekaligus menciptakan rasa ingin tahu. Hindari judul yang terlalu umum.

Contoh:

Kurang menarik: "Tips YouTube"

Lebih spesifik: "13 Cara Mendapatkan Banyak Viewers YouTube untuk Pemula"

Contoh lainnya:

Kurang menarik: "Cara Membuat Thumbnail"

Lebih menarik: "Cara Membuat Thumbnail YouTube yang Bisa Meningkatkan Klik"

Gunakan kata yang sesuai dengan isi video. Jangan membuat judul clickbait yang menjanjikan sesuatu yang sebenarnya tidak dibahas.

Jika penonton mengklik karena tertarik dengan judul tetapi kemudian merasa tertipu, mereka bisa meninggalkan video dengan cepat. Akibatnya, judul memang menghasilkan klik, tetapi video gagal mempertahankan penonton.

Jadi, buat judul yang menarik tetapi tetap jujur.

4. Buat Thumbnail yang Menarik dan Mudah Dipahami

Thumbnail adalah elemen visual yang pertama kali dilihat calon penonton ketika menemukan video. Karena itu, thumbnail harus dibuat agar pesan utamanya bisa dipahami hanya dalam beberapa detik.

Jangan memasukkan terlalu banyak tulisan. Gunakan satu pesan utama, gambar yang relevan, serta desain yang tetap terlihat jelas ketika thumbnail berukuran kecil.

Misalnya video membahas cara meningkatkan viewers, Anda bisa menggunakan teks pendek seperti:

"VIEWERS NAIK!"

atau

"13 CARA VIEWERS BANYAK"

Tidak perlu menyalin seluruh judul ke thumbnail.

Anda juga dapat mempelajari teknik membuat thumbnail melalui artikel Tips Membuat Thumbnail YouTube yang Menarik dan Clickable.

Cobalah membuat beberapa gaya thumbnail dan lihat mana yang menghasilkan respons lebih baik. Seiring bertambahnya jumlah video, Anda akan mulai mengetahui desain seperti apa yang paling sesuai dengan audiens channel.

5. Berikan Jawaban Secepat Mungkin di Awal Video

Kesalahan yang sering dilakukan YouTuber pemula adalah membuat pembukaan terlalu panjang.

Contohnya, video berdurasi 10 menit tetapi dua menit pertama hanya digunakan untuk salam, memperkenalkan channel, meminta subscribe, dan menjelaskan hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan topik.

Penonton datang karena ingin mendapatkan informasi atau hiburan. Karena itu, berikan alasan kepada mereka untuk tetap menonton sejak awal.

Misalnya:

"Di video ini saya akan menunjukkan 13 cara mendapatkan viewers YouTube dari nol. Kita mulai dari cara memilih topik sampai teknik meningkatkan penonton dari video lama."

Setelah itu langsung masuk ke pembahasan.

Semakin cepat penonton mendapatkan nilai dari video, semakin besar peluang mereka melanjutkan tontonan.

6. Buat Video yang Menjawab Satu Masalah Spesifik

Untuk pemula, video yang terlalu luas sering kali lebih sulit dibuat menarik.

Daripada membuat video "Cara Sukses di YouTube", lebih baik pecah menjadi beberapa video:

  • Cara mendapatkan 100 viewers pertama
  • Cara membuat judul YouTube
  • Cara membuat thumbnail
  • Cara mendapatkan subscriber pertama
  • Cara meningkatkan retensi penonton
  • Cara mendapatkan viewers dari YouTube Search

Strategi ini membuat channel memiliki banyak konten yang saling berhubungan.

Ketika seseorang selesai menonton satu video, Anda dapat mengarahkan mereka ke video lain yang masih membahas masalah yang sama. Dengan demikian, satu penonton berpotensi menghasilkan beberapa kali penayangan.

7. Buat Video yang Saling Berhubungan

Jangan membuat setiap video berdiri sendiri. Buatlah beberapa video dalam bentuk seri.

Misalnya Anda memiliki channel tentang YouTube untuk pemula:

Seri 1: Membuat Channel YouTube
Seri 2: Riset Ide Video
Seri 3: Membuat Thumbnail
Seri 4: Optimasi Judul
Seri 5: Mendapatkan Viewers
Seri 6: Mendapatkan Subscriber

Setiap video dapat mengarahkan penonton menuju video berikutnya.

Anda juga bisa membuat playlist khusus agar penonton lebih mudah melanjutkan tontonan.

Cara ini sangat berguna karena tujuan Anda bukan hanya mendapatkan satu view. Tujuannya adalah membuat satu penonton bersedia menonton video berikutnya.

8. Optimalkan Deskripsi Video

Deskripsi video jangan dibiarkan kosong. Gunakan bagian tersebut untuk menjelaskan isi video dan memberikan konteks tambahan kepada penonton maupun YouTube.

Tuliskan ringkasan singkat pada bagian awal deskripsi. Masukkan keyword utama secara natural dan jelaskan beberapa poin penting yang dibahas.

Anda juga dapat menambahkan link ke video terkait, playlist, website, atau sumber informasi lainnya jika memang relevan.

Untuk mempelajari optimasi deskripsi dan tag lebih lanjut, baca artikel Tips Menulis Deskripsi dan Tag YouTube yang Efektif untuk SEO.

Jangan membuat deskripsi hanya berisi kumpulan keyword. Deskripsi harus tetap nyaman dibaca manusia.

9. Manfaatkan YouTube Shorts untuk Menarik Audiens Baru

YouTube Shorts dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan channel kepada penonton baru.

Buat video pendek yang mengambil satu bagian menarik dari topik utama channel.

Misalnya Anda mempunyai video panjang berjudul "13 Cara Mendapatkan Banyak Viewers YouTube". Dari video tersebut, Anda dapat membuat beberapa Shorts:

  • "Kesalahan yang Membuat Video YouTube Sepi"
  • "Jangan Buat Judul YouTube Seperti Ini"
  • "Cara Mendapatkan Viewers Pertama"
  • "Thumbnail Jangan Terlalu Banyak Tulisan"

Shorts tidak harus menjadi salinan penuh dari video panjang. Buatlah konten pendek yang memberikan satu informasi penting dan membuat penonton tertarik mengetahui pembahasan lebih lengkap.

Dengan cara tersebut, Shorts dapat menjadi sumber tambahan untuk memperkenalkan channel.

10. Promosikan Video Setelah Dipublikasikan

Jangan menganggap pekerjaan selesai setelah menekan tombol publish.

Pada tahap awal, channel baru mungkin belum mempunyai banyak penonton. Karena itu, Anda perlu membantu video mendapatkan audiens pertama.

Bagikan video kepada orang yang memang kemungkinan tertarik dengan topiknya. Anda dapat memanfaatkan:

  • Facebook
  • Instagram
  • WhatsApp
  • Telegram
  • komunitas yang relevan
  • website atau blog
  • forum yang sesuai

Namun jangan melakukan spam dengan membagikan video ke semua tempat tanpa memperhatikan konteks.

Jika video membahas tutorial tertentu, bagikan kepada komunitas yang memang membutuhkan tutorial tersebut.

Tujuannya bukan sekadar mendapatkan view sebanyak-banyaknya, tetapi mendapatkan penonton yang benar-benar relevan.

11. Gunakan YouTube Analytics untuk Mengetahui Masalah Video

Jangan menebak-nebak penyebab video sepi. Gunakan data.

YouTube Analytics dapat membantu Anda mengetahui bagaimana performa video setelah dipublikasikan.

Perhatikan beberapa hal seperti:

  • jumlah views
  • impressions
  • click-through rate
  • average view duration
  • audience retention
  • sumber traffic
  • subscriber yang diperoleh
  • video yang mengarahkan penonton

Misalnya impressions tinggi tetapi views rendah. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa thumbnail atau judul perlu diperbaiki.

Sebaliknya, jika banyak orang mengklik tetapi segera meninggalkan video, masalahnya mungkin terdapat pada pembukaan, isi, atau ekspektasi yang tidak sesuai dengan judul.

Dengan membaca data tersebut, Anda dapat melakukan perbaikan berdasarkan kondisi nyata.

12. Upload Secara Konsisten dan Evaluasi Setiap Video

Konsisten bukan berarti harus upload setiap hari.

Pemula lebih baik menentukan jadwal yang sanggup dipertahankan dalam jangka panjang. Misalnya dua video setiap minggu.

Yang lebih penting adalah setiap video menjadi bahan pembelajaran.

Setelah upload, catat:

  • topik video
  • judul
  • thumbnail
  • jumlah impressions
  • jumlah views
  • CTR
  • durasi tontonan
  • retensi
  • jumlah subscriber
  • sumber traffic

Setelah memiliki 10 sampai 20 video, bandingkan performanya.

Anda mungkin menemukan bahwa tutorial mendapatkan viewers lebih banyak daripada video opini. Atau video dengan durasi 8 menit memiliki performa lebih baik daripada video 20 menit.

Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan strategi video berikutnya.

Konsistensi juga membantu Anda membangun perpustakaan konten. Semakin banyak video berkualitas yang tersedia, semakin banyak pintu masuk bagi penonton untuk menemukan channel.

13. Hindari Kesalahan yang Membuat Viewers Sulit Bertambah

Cara terakhir adalah menghindari kesalahan yang sering dilakukan YouTuber pemula.

Beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan antara lain:

Terlalu Sering Mengganti Niche

Jika hari ini membahas teknologi, besok sepak bola, kemudian memasak, lalu investasi, audiens akan kesulitan memahami identitas channel.

Sebaiknya tentukan tema utama dan buat variasi yang masih berhubungan dengan target penonton.

Membuat Video Tanpa Riset

Jangan menghabiskan waktu membuat video yang tidak jelas siapa penontonnya.

Cari terlebih dahulu masalah, pertanyaan, keyword, atau topik yang memiliki potensi.

Thumbnail Terlalu Ramai

Terlalu banyak tulisan dan gambar dapat membuat thumbnail sulit dipahami.

Gunakan satu pesan utama.

Pembukaan Terlalu Panjang

Jangan menunda informasi penting terlalu lama.

Masuk ke inti pembahasan secepat mungkin.

Hanya Mengejar Jumlah Upload

Banyak video tidak otomatis berarti banyak viewers.

Lebih baik membuat satu video yang benar-benar bermanfaat daripada beberapa video yang dibuat terburu-buru.

Membeli Viewers atau Subscriber

Jangan menjadikan angka sebagai satu-satunya tujuan.

Viewers yang tidak tertarik dengan konten tidak akan membantu membangun audiens jangka panjang. Anda membutuhkan penonton yang benar-benar tertarik, menonton video, berinteraksi, dan kemungkinan kembali ke channel.

Pembahasan mengenai kesalahan yang sering dilakukan pemula dapat dilanjutkan melalui artikel 10 Kesalahan YouTuber Pemula yang Wajib Dihindari.

Fokus pada Penonton, Bukan Sekadar Angka

Pada akhirnya, mendapatkan banyak viewers YouTube bukan hanya tentang bagaimana membuat orang mengklik video.

Anda harus membuat mereka merasa bahwa video tersebut memang layak ditonton.

Mulailah dengan topik yang dibutuhkan audiens, buat judul yang jelas, gunakan thumbnail yang menarik, berikan informasi penting sejak awal, susun video agar nyaman ditonton, dan evaluasi performanya menggunakan data.

Setelah satu video berhasil mendapatkan respons yang baik, jangan berhenti di sana. Cari tahu mengapa video tersebut berhasil dan buat video lain yang masih memiliki hubungan dengan topik tersebut.

Jika dilakukan secara konsisten, channel akan memiliki semakin banyak konten yang berpotensi ditemukan melalui pencarian, rekomendasi, Shorts, maupun sumber traffic lainnya.

Bagi pemula, target awal tidak harus langsung jutaan viewers. Fokuslah mendapatkan penonton pertama, kemudian 100 penonton, 1.000 penonton, dan terus memperbaiki strategi berdasarkan data.

Pertumbuhan YouTube yang sehat dibangun dari kombinasi antara topik yang tepat, kemasan video yang menarik, isi yang bermanfaat, konsistensi, dan evaluasi terus-menerus. Dengan menjalankan 13 cara di atas secara disiplin, peluang mendapatkan lebih banyak viewers akan semakin besar.